Cara Sukses Budidaya Belut Dengan Media Air Bersih

3 min read

budidaya belut

Belut merupakan hewan yang termasuk kedalam kelompok ikan. Tubuhnya berbentuk panjang seperti ular dan berlendir. Belut memiliki sirip memanjang pada ekornya.

Belut menyukai perairan yang banyak mengandung lumpur, habitat belut di alam liar berada di sawah, parit parit kecil, dan di rawa rawa. Belut mampu bertahan hidup pada lokasi yang minim oksigen.

Belut merupakan hewan karnivora, ditandai dengan giginya yang runcing kecil kecil. Belut memakan binatang seperti serangga, jentik nyamuk, cacing, udang, kodok, dan ikan ikan kecil.

Peluang Bisnis Belut

Belut merupakan hewan yang banyak digemari di Indonesia. Banyak olahan yang terbuat dari Belut. Mulai dari keripik, abon, rica rica, balado dan masih banyak lagi.

Belut juga sangat di cari di Indonesia karena banyak zat yang terkandung didalam daging belut yang bermanfaat untuk tubuh seperti fosfor, zat besi, dan kaya vitamin A dan B.

Permintaan pasar yang tinggi, sementara produsen belut yang masih terbatas membuat harganya semakin hari makin meningkat. Ini tentu menjadi peluang usaha yang sangat bagus.

budidaya belut

Budidaya Belut Dengan Media Air Bersih

Meskipun di alam liar Belut hidup di lumpur, namun binatang satu ini bisa kita besarkan dengan media air bersih. Di penjelasan kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara membudidayakan Belut di air bersih.

Selain lebih praktis, menggunakan media air bersih akan memudahkan kamu dalam memantau pertembuhan si belut dan mengontrol kualitas air agar belut bisa tumbuh optimal dan terhindar dari penyakit.

Semoga penjelasan kali ini memotivasi kamu untuk mencoba bisnis prospek ini.

1. Wadah Budidaya Belut

Belut mempuyai kebiasaan menggali dan membuat lubang untuk bersarang. Maka belut tidak cocok jika di budidayakan dengan kolam tanah.

Kolam beton sangat cocok untuk wadah budidaya belut. Karena kolam beton sudah di lengkapi dengan saluran irigasi dan kran untuk menambah air. Ukuran kolam bisa menyesuaikan dengan ketersediaan lahan.

Selain kolam beton, wadah untuk budidaya juga bisa menggunakan kolam terpal, drum atau tong, atau juga bekas wadah cairan kimia. Pastikan wadah benar benar netral dan tidak terkontaminasi zat zat yang membahayakan belut dan juga wadah tidak berbau.

Kolam beton yang bagus adalah kolam yang permukaannya sudah di tumbuhi lumut. Untuk menumbuhkannya, isi kolam dengan air lalu tutup kolam selama kurang lebih dua minggu. Berikan sabut kelapa dan berikan dedaunan.

Baca Juga : Cara Mengawinkan Kelinci

2. Karantina Bibit Belut

Belut di alam hidup di habibat yang berlumpur. Maka sebelum kamu menebar benih kamu harus membiasakan benih untuk hidup di air bersih. Karantina dilakukan selama kurang lebih dua minggu.

Tempatkan benih belut di wadah air berlumpur, pastikan di dalam lumpur tidak terdapat benda benda yang dapat menyakiti benih. Kurangi jumlah lumpur sedikit demi sedikit hari demi hari hingga benar benar bibit menyesuaikan hidup di air bersih tanpa lumpur.

3. Penebaran Benih Belut

Sebelum kamu menebar benih belut, maka isi kolam dengan air dengan kedalaman sekitar 10 cm. Pastikan air yang digunakan adalah air yang baik, dengan Ph netral.

Berikan tempat berlindung untuk belut seperti potongan bambu, potongan pipa, ijuk dan juga tumbuhan enceng gondok sekitar 50-80% dari luas kolam.

Masukkan Belut yang sudah kamu karantina. Kepadatan penebaran benih yaitu 20 kg / m3 air. Masukkan perlahan dan hati hati, biarkan Belut bergerak sendiri memasuki kolam. Berikan aerator agar kadar oksigen dalam air bertambah.

Setelah belut terlihat sudah beradaptasi maka tambahkan air di dalam kolam hingga kedalaman mencapai 30 cm. Tambahkan pelepah pisang di permukaan air.

Pelepah di gunakan untuk menutup permukaan air agar belut nyaman serta digunakan untuk tempat pemberian pakan. Tutup kolam dengan jaring atau tirai bambu agar terhindar dari hama.

Baca Juga : Cara Menjodohkan Burung Kenari

4. Pembesaran Belut

Hal yang perlu kamu perhatikan saat pembesaran adalah pada pola pakan dan menjaga kualitas air pada kolam. Hindari juga kegiatan yang dapat mengganggu ketenangan si Belut. Hal ini bisa membuat Belut stress dan bisa mati.

Pakan yang diberikan pada Belut ada 2 jenis yaitu pakan buatan dan pakan alami. Pakan buatan berupa pelet yang banyak diperdagangkankan di toko peternakan.

Pakan alami bisa berupa bekicot, keong, kodok, cacing, ulat ulatan, ikan ikan kecil, daging dagingan. Jika kamu ingin memberi pakan yang berukuran besar seperti daging atau unggas maka kamu harus merebus atau membakarnya dulu, setelah itu iris kecil kecil seukuran kemampuan belut makan.

Belut merupakan hewan nokturnal, maka pemberian pakan kita lakukan pada malam dan pagi hari. Pakan kita taruh di pelepah pisang yang sudah kita balik sehingga berbentuk cekung dan bisa jadi wadah.

Pemberian pakan di lakukan sehari dua kali. Porsi yang di berikan sekitar 5-20% dari bobot Belut, dan juga tergantung dari nafsu makan. Ketika nafsu makan turun kita bisa memberikan air rebusan temulawak. Pastikan suhunya sudah dingin sebelum kita masukkan.

Ketika memberi pakan tentunya terdapat sisa sisa makanan yang tidak termakan oleh belut. Pakan sisa ini nantinya akan mengotori air. Hal ini sangat berbahaya karena bisa memicu gas amonia dan pertumbuhan jamur.

Untuk mengontrol kualitas air kita bisa mengurangi air setiap pagi hari. Pengurangan air dilakukan sekitar pukul 6 ketika belut belum tertidur. Setelah air berkurang sekitar 20% maka isi kembali air.

Dalam pengisian air usahakan jangan sampai menimbulkan suara yang menggaggu. Gunakan selang dan posisinya tenggelam ke air. Pastikan juga air untuk mengisi adalah air berkualitas bagus.

Kontrol belut kamu setiap harinya. Jika terpantau ada belut yang sakit maka segera karantina agar tidak menular ke yang lain. Pisahkan belut dengan wadah khusus dan campurakan sedikit larutan chloramphenicol selama 24 jam.

5. Pemanenan Belut

Saat belut yang kamu pelihara sudah mencapai ukuran konsumsi. Normalnya berbobot 10-15 ekor per kg maka artinya Belut sudah siap panen. Butuh waktu sekitar 3-4 bulan untuk mencapai ukuran tersebut.

Pemanenan dengan media air bersih cukup mudah. Pertama kita kuras kolam dan singkirkan benda benda yang ada didalamnya. Setelah air sudah terkuras kita bisa mengambil belut dengan serok jaring.

Masukkan belut kedalam ember, cuci dan sortir Belut sesuai dengan ukuran masing masing. Usahakan jangan sampai ada belut yang mati. Berikan aerator di dalam ember.

Baca Juga : Cara Ternak Burung Blackthroat

6. Pemasaran Belut

Pemasaran Belut sangat mudah. Jika kamu ingin Belut hasil panenmu cepat laku maka kamu bisa langsung mendatangkan pengepul. Namun harga jualnya akan lebih murah jika dibanding dengan kita menjual langsung ke konsumen.

Tentunya sebagai pembudidaya kamu ingin keuntungan yang besar bukan ??? Di era digital seperti saat ini tentu akan lebih mudah saat memasarkan hasil panen kita.

Kita bisa iklan lewat Whattaps, Facebook, Twitter, Instagram dan sosmed lain. Keutungannya akan lebih besar karena kita bisa menjual dengan harga mendekati harga pasaran ke konsumen langsung.

Sekian penjelasan dari Admin. Semoga memotivasi rekan rekan untuk memulai bisnis dalam bidang budidaya hewan belut 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *