Cara Menjodohkan Murai Batu

2 min read

cara mengawinkan burung murai batu

Murai batu memiliki julukan sebagai Kucica Hutan. Burung ini menurut bahasanya yaitu Copysychus malabaricus, dimana tergolong dalam famili Mucicapidae atau burung cacing.

Murai batu adalah kelompok burung yang banyak diminati di berbagai kalangan terutama para pecinta kicauan. Hal ini juga tidak menuntut kemungkinan bahwa murai batu banyak yang mengembangbiakannya. Masalahnya, bagaimana sih cara menjodohkan Murai Batu ini ?

2 Cara Menjodohkan Burung Murai Batu

Mengawinkan murai batu ini bisa kita lakukan beberapa tahap atau proses dengan teknik yang berbeda. Namun sebelum menjodohkan murai batu, Anda harus tahu mana yang murai batu jantan dan murai batu betina. Untuk lebih spesifik saya akan memberikan beberapa ciri-cirinya berikut ini :

Ciri-ciri murai batu jantan :

  • Murai jantan memiliki nada yang berbeda dan kicauannya memiliki jeda.
  • Murai jantan kulitnya lumayan besar dan kakinya cukup panjang.
  • Murai jantan lebih spesifik pada kepalanya yang besar.
  • Murai jantan lebih identik dengan paruhnya yang tebal dan panjang.
  • Secara umum murai jantan lebih gemuk daripada murai betina.

Ciri-ciri murai batu betina :

  • Suara kicaunya murai betina rapat tanpa jeda, akan tetapi selalu dengan nada yang sama.
  • Kulit kaki murai betina lebih halus dan jemarinya cenderung pendek.
  • Ukuran kepala murai betina cenderung lebih kecil.
  • Murai betina pada paruhnya bengkok atau melengkung dan agak tipis.
  • Bodinya murai betina lebih kecil dan tampak ramping

Ciri-ciri jantan dewasa :

  • Suara kicauan murai jantan ketika dewasa bervariasi dan biasanya keras.
  • Supit udang murai jantan ketika dewasa akan terasa lebih kaki kalau kita merabanya.
  • Kakinya murai jantan ketika dewasa kokoh, panjang dan tebal.
  • Paruh murai jantan dewasa lebih tebal dan panjang.
  • Posisi mata murai jantan dewasa terlihat menonjol keluar.
  • Ukuran kepala murai jantan dewasa lebih besar daripada murai betina dewasa.
  • Ekor murai jantan dewasa lebih panjang dengan bulu yang tebal.
  • Bulu coklat murai jantan dewasa di dada tampak lebih gelap.
  • Warna hitam pada bulu murai jantan dewasa lebih pekat dan mengkilap.
  • Tubuh murai jantan dewasa berukuran lebih besar dibandingkan murai betina dewasa.

Ciri-ciri murai batu betina dewasa :

  • Murai betina dewasa cenderung berkicau dengan suara lebih pelan dan monoton.
  • Supit udang murai betina dewasa akan terasa lunak dan renggang kalau kita merabanya.
  • Ukuran kaki murai betina dewasa lebih pendek dan kecil dengan tulang yang tipis.
  • Secara umum paruh murai betina dewasa lebih kecil dan pendek.
  • Posisi mata murai betina dewasa tidak terlalu menonjol keluar dibandingkan jantan.
  • Ukuran kepala murai betina dewasa lebih kecil daripada si jantan.
  • Ekor murai betina dewasa relatif lebih kecil dan pendek.
  • Warna bulu putih murai betina dewasa yang terdapat di bagian punggung tampak lebih kecil atau menyempit.
  • Bulu murai betina dewasa di bagian dada berwarna coklat muda.
  • Bulu murai betina dewasa yang berwarna hitam tampak kusam atau abu-abu dan tidak mengkilap.
  • Ukuran bodi murai betina dewasa lebih kecil dibandingkan si jantan dewasa.

Baca Juga : Cara Mengawinkan Kacer Sampai Bertelur

Setelah mengetahui mana murai jantan dan betina, waktunya menjodohkan burungnya murai tersebut. Ada beberapa teknik yang bisa Anda coba, nih!

1. Tempel Sangkar

  • Pertama, kita harus memastikan terlebih dahulu bahwa usia murai jantan dan betina diatas 1 tahun.
  • Kedua burung harus sudah menunjukkan tanda-tanda birahi atau siap kawin.
  • Kemudian, silahkan tempelkan sangkar secara bersebelahan atau berdekatan, namun usahakan posisi tangkringannya sejajar.
  • Jika di malam hari murai jantan dan betina tidur berdekatan, ini artinya mereka sudah berjodoh.
  • Lakukan sistem perjodohan ini minimalis selama 1 sampai 2 minggu.
  • Yang terakhir adalah gabungkan kedalam satu sangkar jika sekiranya mereka sudah saling cocok.

2. Keramba

  • Pertama, dekatkan murai batu jantan dan betina selama 12 jam tetapi di sangkar yang beda.
  • Kedua, siapkan kandang yang lebih besar untuk persiapan menjdohkannya.
  • Ketiga, siapkan bak mandi dalam sangkar tersebut.
  • Kemudian masukkan kedua burung.
  • Perhatikan secara teliti dan terus-menerus.
  • Kalau keduanya akur, itu berarti proses perjodohan keramba ini berhasil.
  • Namun kalau sebaliknya bertengkar, sebaiknya kita pisahkan terlebih dahulu. Dan taruh dalam satu sangkar lagi ketika mereka terlihat cocok kembali.

Nah, itulah diatas yang bisa saya ulas untuk Anda tentang menjodohkan burung murai batu. Sangat mudah dan simple bukan ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *