Cara Sukses Ternak Burung Blackthroat

3 min read

cara budidaya Blackthroat

Burung Blackthroat adalah burung yang berasal dari Afrika. Di Indonesia burung ini sering disebut Emprit Afrika. Ada tiga jenis Burung Blackthroat yang terkenal di Indonesia yaitu Blackthroat Bostwana, Somerini dan Sinegal.

Dari segi harga dan gengsi, Blackthroat Somerini menempati urutan teratas dengan harga paud jantan sekitar 2 jutaan dan betina berharga mulai dari 1 sampai 1,5 juta.

Dinamai Burung Blackthroat dikarenakan burung ini memiliki bulu hitam di bawah tenggorokannya. Warna bulunya abu abu kecoklatan degan aksen warna hitam pada sayap dan ekornya. Dada berwarna terang dan dipangkal ekor berwarna khas kuning.

Pada Burung Blackthroat Somerini warna bulunya lebih gelap dan hitam pada tenggorokannya lebih tebal dan banyak dibanding jenis lain. Banyak dari sahabat kicau menyebut bau dari Blackthroat Somerini ini seperti bau kecoa.

Cara Ternak Burung Blackthroat

Burung Blackthroat merupakan burung yang di gemari oleh pecinta burung. Ciri khas kicauannya yang ngerol dan volume yang keras serta durasi ocehan yang panjang membuat burung ini banyak dipelihara.

Permintaan pasar yang tinggi serta masih sedikitnya peternak yang bisa mengembangbiakkan burung ini membuat peluang bisnis Burung Blackthroat sangat bagus.

Mungkin ada dari kamu yang sedang melirik tenak Burung Blackthroat, disini aku akan jelaskan secara rinci bagaimana agar sukses dalam ternak Burung Blackthroat

1. Pemilihan Kandang Ternak Untuk Burung

Jika kamu ingin beternak Burung Blackthroat maka hal yang kamu lakukan adalah mempersiapkan kandang ternak. Kandang terbuat dari kayu atau besi dan strimin. Bisa juga dengan menggunakan kandang pabrikan yang banyak tersedia di toko peternakan atau di toko online.

Kandang ternak yang digunakan berukuran panjang 60 cm lebar 30 cm dan tinggi 40 cm. Didalam kandang kita sediakan wadah pakan, wadah minum, tangkringan, dan sarang bertelur.

Baca Juga : Cara Mengawinkan Ikan Cupang

2. Pemilihan Indukan Burung Blackthroat

Pemilihan indukan sangat berpengaruh dalam menentukan anakan yang dihasilkan. Kamu harus memastikan indukan berkualitas bagus mulai dari kelengkapan fisik maupun kicauannya.

Usia untuk calon indukan juga harus kamu perhatikan. Pejantan biasanya berumur 9-12 bulan dan betina berusia 7-9 bulan. Semakin dewasa usia burung maka lebih bagus selama burung masih dalam usia produktif.

Burung Blackthroat jantan mempunyai ciri ciri mempunyai ocehan yang nyaring, dengan nada ngerol panjang. Kepalanya lebih besar dan berbentuk lonjong. Leher terlihat panjang dan tubuhnya tegap. Pen atau dubur terdapat seperti biji menonjol.

Burung Blackthroat betina memiliki ciri ciri memiliki ocehan yang monoton. Cenderung hanya berbunyi cat cit. Paruhnya cenderung lebih tipis, kepala lebih kecil. Lehernya terlihat lebih pendek dan badan terlihat lebih membulat. Pen atau dubur berbentuk cenderung datar dan tidak ada benjolan.

Pilihlah pejantan yang benar benar sudah gacor dan buka sayap agar nantinya ketika sudah disatukan dengan betina mentalnya sudah bagus dan bisa cepat mengawin.

Betina yang sudah siap ditandai dengan tingkah lakunya yang gelisah dan sering memanggil pejantan dengan nada cat cit. Ketika birahinya sudah memuncak biasanya burung akan cabul (cabut bulu).

3. Proses Penjodohan

Proses penjodohan dapat kalian lakukan dengan cara mendekatkan sangkar Burung Blackthroat jantan dan betina. Proses ini bertujuan agar burung saling mengenal satu sama lain dan menghindari Burung Blackthroat saling menyakiti jika langsung disatukan.

Didalam sarang untuk burung bertelur kita isi dengan serat nanas. Serat nanas bisa kamu beli di toko peternakan. Potong potong serat nanas, sesuaikan ukuran serat sekitar 4 cm sebelum kamu memasukkannya ke sarang.

Bentuk serat menyerupai bulatan layaknya sarang burung pada umumnya. Berikan juga serat nanas disekitar sarang, bertujuan agar burung bisa mengambil sendiri serat nanas ketika mereka membangun sarang

Saat pejantan sudah buka sayap merayu si betina dan betina juga sudah berbunyi cat cit menyaut ocehan si pejantan, maka kamu dapat menyatukan calon indukan.

Pantau terus calon indukan. Akan terjadi perkelahian kecil nantinya, tapi itu hal yang wajar asalkan tidak saling menyakiti.

Jika calon indukan Burung Blackthroatmu berkelahi parah hingga salah satu dari indukan mengalami luka maka pisahkan dahulu. Ulangi proses sebelumnya hingga Blacktroat benar benar jodoh.

Kunci sukses dalam penjodohan terletak pada menyamakan birahi jantan dan betina. Intensitas jemur – mandi dan suplai pakan terbukti ampuh untuk menaikkan birahi burung.

Jemur calon indukan di pagi hari sekitar pukul 7 -9. Suplai pakan harus selalu tersedia seperi biji biijian dan EF. Biji Bijian terdiri dari biji jewawut, biji kenari, milet putih dan niger

Ekstra fooding terdiri dari sayur sayuran seperti kangkung dan telur puyuh. Pemberian sotong juga sangat baik untuk keperluan kalsium si burung agar cangkang telur yang dihasilkan keras sempurna.

Ketika burung sudah kawin maka burung akan segera membangun sarang, selang beberapa hari burung akan segera bertelur berjumlah 3-4 butir. Saat burung sudah mulai mengeram maka hentikan pemberian telur puyuh.

Baca Juga : Cara Mengawinkan Kelinci

4. Masa Pengeraman Burung Blackthroat

Setelah Burung Blackthroat kamu selesai bertelur maka betina akan segera mengerami telur. Masa pengeraman berlangsung sekitar 14 hari. Pada saat burung mengeram usahakan jangan melakukan kegiatan yang dapat mengganggu burung.

Jangan terlalu sering mengecek sarang dan jangan memindah mindahkan sangkar burung. Penambahan lampu juga sangat bagus untuk menjaga suhu agar tetap hangat.

Dihari ke 12 atau 13 kita bisa siapkan EF ekstra berupa telur puyuh dan sayur. Hal ini bertujuan agar saat telur menetas indukan bisa meloloh anaknya dan potensi kematian dapat dihindari.

5. Perawatan Anak Blackthroat

Setelah indukan Burung Blackthroat berjuang mengerami telurnya selama 14 hari, jika telur dibuahi maka telur akan menetas. Anakan Burung Blackthroat berukuran sangat kecil dan masih sangat sensitif.

Berikan telur puyuh saat masa meloloh lebih banyak porsinya dari masa penjodohan, sekitar 2-3 butir agar indukan tidak kehabisan pakan untuk meloloh.

Telur juga harus di ganti tiap hari mengingat pakan ini mudah basi. Penambahan vitamin di air minum burung juga bagus untuk menjaga daya tahan tubuh burung.

Setelah anakan sudah nangkring dan bisa makan sendiri maka anakan dapat dipisah dari induknya. Pada masa ini usia anakan sekitar 4 minggu.

Paud Blackthroatmu harus sering dijemur di pagi hari. Pemberian EF harus diberikan tiap hari. Telur puyuh sangat penting bagi pertumbuhan paud. Pemberian telur puyuh dapat di kurangi setelah paud berusia 3 bulanan.

Demikian penjelasan mengenai cara ternak Burung Blackthroat, semoga kamu sukses dalam beternak burung mungil ini dan mendapat banyak keuntungan darinya. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *